PPG


PROFESI KEGURUAN

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Pendidikan adalah suatu bentuk investasi jangka panjang yang penting bagi seorang manusia. Pendidikan yang berhasil akan menciptakan manusia yang pantas dan berkelayakan di masyarakat seta tidak menyusahkan orang lain. Masyarakat dari yang paling terbelakang sampai yang paling maju mengakui bahwa pendidik / guru merupakan satu diantara sekian banyak unsure pembentuk utama calon anggota masyarakat. Namun, wujud pengakuan itu berbeda-beda antara satu masyarakat dan masyarakat yang lain. Sebagian mengakui pentingnya peranan guru itu dengan cara yang lebih konkrit, sementara yang lain masih menyangsikan besarnya tanggung jawab seorang guru, termasuk masyarakat yang sering menggaji guru lebih rendah daripada yang sepantasnya.
Demikian pula, sebagian orang tua kadang-kadang merasa cemas ketika menyaksikan anak-anak mereka berangkat ke sekolah, karena masih ragu akan kemampuan guru mereka. Di pihak lain setelah beberapa bulan pertama mengajar, guru-guru pada umumnya sudah menyadari betapa besar pengaruh terpendam yang mereka miliki terhadap pembinaan kepribadian peserta didik. Kesadaran umum akan besarnya tanggung jawab seorang guru serta berbagai pandangan masyarakat terhadap peranannya telah mendorong para tokoh dan ahli pendidikan untuk merumuskan ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan kualifikasi yang seharusnya dipenuhi oleh guru, sebagai pengajar guru mempunya tugas menyelenggarakan proses belajar-mengajar tugas yang mengisi porsi terbesar dari profesi keguruan ini pada garis besarnya meliputi minimal empat pokok, yaitu :
1. menguasai bahan pengajaran
merencanakan program belajar-mengajar
melaksanakan, memimpin dan mengelola proses belajar-mengajar serta,
menilai dan mengevaluasi kegiatan belajar-mengajar
Kemudian aspek-aspek apa saja yang dapat mendorong seorang guru dapat mengembangkan proses belajar mengajar? Apa indikatornya? Serta kompensasi macam apa yang dijalankan guna tercapainya proses belajar mengajar dalam upaya mengembangkan profesionalismenya?
ASAS

Profesi Keguruan, Kata Profesi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruan, dsb) tertentu. Di dalam profesi dituntut adanya keahlian dan etika khusus serta standar layanan. Pengertian ini mengandung implikasi bahwa profesi hanya dapat dilakukan oleh orang-orang secara khusus di persiapkan untuk itu. Dengan kata lainprofesi bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak memperoleh pekerjaan lain.
Suatu profesi memerlukan kompetensi khusus yaitu kemampuan dasar berupa ketrampilan menjalankan rutinitas sesuai dengan petunjuk, aturan, dan prosedur teknis. Guru memerlukan kompetensi khusus yang berkenaan dengan tugasnya. Hal itu karena pendidikan tidak terjadi secara alami, tetapi dengan disengaja (disadari). Hubungan yang sederhana dan akal sehat saja belum cukup untuk melaksanakan pengajaran yang baik. Kompetensi guru tentu saja sinkron dengan bidang tugasnya, yaitu pengajaran, bimbingan dan administrasi. Ada anggapan bahwa untuk menjadi guru tidak perlu mempelajari metode mengajar, karena kegiatan mengajar bersifat praktis dan alami, siapapun dapat mengajar asalkan memiliki pengetahuan tentang apa yang akan diajarkan. Dari pengalamannya, orang kelak akan dapat meningkatkan kualitas pengajarannya. Memang ada orang yang kebetulan dapat mengajar dengan baik tanpa mempelajari metode mengajar, tetapi ada pula yang juga kebetulan tidak dapat mengajar dengan baik karena tidak memperlajarinya. Pada dasarnya, guru-guru “kebetulan” itu bersandar kepada pengalaman pribadinya di dalam mengajar. Pada dasrnya pula, metodologi pengajaran merupakan hasil pengkajian dan pengujian terhadap pengalaman yang tidak lagi kebetulan, tetapi pengalaman yang mempunyai kebenaran berdasarkan metode ilmiah. Dengan demikian, metodologi pengajaran jauh lebih memberikan kemudahan kepada guru dalam menjalankan tugas mengajar. Di samping itu, ilmu pengetahuan dan orientsai pendidikan di zaman sekarang mengalami perkembangan yang pesat. Hal ini menuntut guru untuk memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan dan orientasi pendidikan yang baru serta metode-metode mengajar yang sesuai dengan perkembangan baru tersebut. Keberadaan metodologi pengajaran menunjukkan pentingnya kedudukan metode dalam system pengajaran. Tujuan dan isi pengajaran yang baik tanpa didukung metode penyampaian yang baik dapat melahirkan hasil yang tidak baik. Atas dasar itu, pendidikan penaruh perhatian yang besar terhadap masalah metode.

PROSES PERKEMBANGAN DAN PROSES BELAJAR MENGAJAR
Para ahli mengumakakan definisi belajar yang berbeda-beda, namun tampaknya ada semacam kesepakatan di antara mereka yang menyatakan bahwa perbuatan belajar mengandung perubahan dalam diri seseorang yang telah melakukan perbuatan belajar. Perubahan itu bersifat intensional berarti perubahan itu terjadi karena pengalaman atau praktik yang dilakukan pelajar dengan sengaja dn disadari bukan kebetulan. Sifat positif berarti perubahan itu bermanfaat sesuai dengan harapan pelajar. Sifat aktif berarti perubahan itu terjadi karena usaha yang dilakukan pelajar, bukan terjadi dengan sendirinya seperti karena proses kematangan. Sifat efektif berarti perubahan itu memberikan pengaruh dan manfaat bagi pelajar. Adapun sifat fungsional berarti perubahan itu relative ttap serta dapat diproduksi atau dimanfaatkan setiap kali dibutuhkan.
Perubahan dalam belajar bisa berbentuk kecakapan, kebiasaan, sikap, pengertian, pengetahuan atau apresiasi (penghargaan) perubahan tersebut bisa meliputi keadaan dirinya, pengetahuannya, atau perbuatannya. Artinya; Orang yang sudah melakukan perbuatan belajar bisa merasa lebih bahagia, lebih pandai menjaga kesehatan, memanfaatkan alam sekitar, meningkatkan pengabdian untuk kepentingan umum, dapat berbicara lebih baik dapat memainkan suatu alat musik atau melakukan suatu perbedaan, perubahan tersebut juga bisa bersifat pengadaan penambahan ataupun perluasan, pendek kata, di dalam diri seorang pelajar terdapat perbedaan keadaan antara sebelum dan sesudah melakukan kegiatan belajar.
Pengertian di atas memberi petunjuk bahwa keberhasilan belajar dapat diukur berdasarkan perbedaan cara berpikir merasa dan berbuat sebelum dan sesudah memperoleh pengalaman belajar dalam menghadapi situasi yang serupa. Umpamanya sebelum belajar pelajar belum dapat berwudlu, kemudian terjadi proses belajar mengajar, guru memberitahukan kepada pelajar syarat, rukun, bacaan dan tata cara berwudlu lalu pelajar mempraktikannya dan berlatih sampai akhirnya pelajar mampu berwudlu. Contoh lain pelajar diminta guru untuk berenang dari satu tepi kolam ke tepi yang lain, pelajar yang belum mengenal sama sekali situasi kolam renang langsung terjun dan hampir tenggelam. Guru yang memang sudah mengantisipasi bahwa hal itu akan terjadi segera membantunya dan mengajarinya cara berenang. Setelah belajar ia akhirnya dapat berenang, dapat ditarik kesimpulan bahwa perubahan pada cara pendekatan pelajar yang bersangkutan dalam menghadapi tugas-tugas selanjutnya merupakan bukti bahwa kegiatan belajar telah berhasil.
Bagaimana manusia belajar atau bagaimana belajar terjadi? Apa tanda-tanda bahwa ia telah belajar atau apa saja manifestasi belajar itu? Persoalan pertama berkaitan dengan perbuatan belajar, sedangkan persoalan kedua mengenai hasil belajar. Dengan mengetahui dua persoalan tersebut guru diharapkan dapat menentukan strategi dan langkah-langkah taktis pengajaran karena pengajaran adalah membuat pelajar belajar. Istilah “pelajar” dipilih ketimbang “pelajar” untuk menekankan pengertian tersebut.
Ada kecenderungan di masa sekarang untuk melupakan bahwa hakikt pendidikan adalah belajarnya pelajar, bukan mengajarnya guru, guru mendapat posisi yang istimewa dalam proses pendidikan sementara keinginana dan kemampuan pelajar secara mandiri untuk menciptakan, menemukan dan belajar untuk dirinya sendiri diabaikan. Hal itu telah merendahkan peranan pelajar dalam proses pendidikan, padahal belajar, sebagaimana ditekankan oleh John Dewey, menyangkut apa yang harus dikerjakan oleh pelajar untuk dirinya sendiri.
Oleh sebab itu, inisiatif belajar harus dating dari pelajar sendiri, guru hendaknya memposisikan diri sebagai pembimbing dan pengarah yang mengemudikan perahu, sedangkan tenaga untuk menggerakkan perahu tersebut berasal dari pelajar. Guru harus mendorong pelajar untuk belajar mandiri dengan dan bagi diri mereka sendiri, dengan kata lain, guru harus menjamin bahwa pelajar mampu menerima tanggung jawab untuk belajar dengan mengembangkan sikap dan antusiasnya. Dipandang dari pengertian di atas, barangkali tidak berlebihan jika dikatakan bahwa sebenarnya tidak ada “tujuan pengajaran” yang ada hanyalah tujuan belajar dilihat dari posisi guru sebagai pendorong kegiatan belajar maka tujuan trsebut “tujuan pembelajaran”.
Untuk mencapai interaksi belajar mengajar dibutuhkan komunikasi anatra guru dan peserta didik yang memadukan dua kegiatan. Yaitu kegiatan mengajar (usaha guru) dan kegiatan belajar (tugas peserta didik). Guru perlu mengembangkan pola komunikasi yang efektif dalam proses belajar mengajar, karena seringkali kegagalan pengajaran disebabkan oleh lemahnya system komunikasi. Tujuan yang telah dirumuskan dengan jelas sangat membantu guru dalam membuat perencanaan, demikian halnya dengan prinsip-prinsip psikologi. Dalam perencanaan program pengajaran, banyaknya pengalaman guru dalam memilih prosedur pengajaran akan sangat membantunya dalam mencapai hasil-hasil yang diinginkan.
Sistem pengajaran di sekolah sekarang ini mengelompokkan tujuan pendidikan yang hendak dicapai ke dalam tiga bidang, yaitu :
1. segi kognitif yang meliputi pengetahuan, pemahaman, penerapan (aplikasi), analisis, sintesis dan evaluasi.
Segi efektif yang meliputi memperhatikan, merespon, menghayati dan menginternalisasi nilai.
Segi psikomotorik yang meliputi persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan terbiasa dan gerakan (respons) kompleks.

SIMPULAN
Aspek-aspek yang berhubungan dengan kediatan belajar mengajar jika diidentifikasi melalui cirri-ciri kegiatan yang disebut belajar adalah suatu aktivitas yang menghasilakn perubahan pada diri individu yang belajar baik actual maupun potensial, perubahan itu pada pokoknya adalah didapatkannya kemampuan baru yang berlaku dalam waktu yang relative lama dan yang jelas perubahan itu terjadi karena proses dan usaha.
Kondisi fisiologis juga sangat berpengaruh terhdap belajar seseorang, orang yang sehat jasmaninya akan lain belajarnya dari orang yang kurang sehat. Dan yang tidak kalah penting adalah kondisi panca indera terutama penglihatan dan pendengaran.
Semua keadaan dan fungsi psikologis tentu saja berpengaruh terhadap proses belajar, beberapa factor psikologis yang utama meliputi, minat, kecerdasan, bakat, motivasi, dan kemampuan-kemampuan kognitif. Msseski diakui tujuan pendidikan itu meliputi 3 aspek yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotor namun yang terutama adalah aspek kognitif, dan bahkan aspek kognitif sajalah yang perlu dikembangkan.






RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )


  Nama Sekolah : SDN Lidah Kulon V
  Mata Pelajaran : Matematika
  Kelas / Semester : IV / I
  Alokasi Waktu : 2 x Pertemuan /2 x 35 menit


GEOMETRI
Standar Kompetensi :
Menggunakan konsep keliling dan luas bangun datar sederhana dalam pemecahan masalah.

Kompetensi Dasar :
Menentukan keliling dan luas jajargenjang dan segitiga.


I. Indikator 
• Produk
Menentukan keliling jajargenjang
• Proses
Menentukan luas jajargenjang
• Psikomotorik
Menentukan keliling segitiga
• Keterampila Sosial
menentukan luas segitiga

II. Tujuan Pembelajaran :
1. Melalui demonstrasi melipat dan menggunting kertas, siswa dapat menentukan rumus keliling jajargenjang dan segitiga dengan benar. 
2. Melalui soal-soal latihan siswa dapat menentukan keliling jajargenjang dan segitiga dengan benar.
3. Melalui demonstrasi melipat dan menggunting kertas, siswa dapat menentukan rumus luas jajargenjang dan segitiga dengan benar.
4. Melalui soal-soal latihan siswa dapat menentukan luas jajargenjang dan segitiga dengan benar.

III. Materi Pembelajaran : 
a. Keliling jajargenjang

  A B  
 
  C D

Keliling jajargenjang ABCD adalah jumlah panjang sisi-sisinya, yaitu dirumuskan sebagai berikut:
K = AB + BC + CD + AD
Karena AB = CD dan BC = AD, maka rumus keliling jajargenjang ABCD dapat dituliskan sebagai berikut:K = 2 x ( AB + BC )
Contoh soal: diketahui PQ= 14 cm dan QS= 8 cm. Hitung keliling jajargenjang tersebut

  P Q
 
 R S

Jawab:
K = 2 x ( PQ + QS ) 
  = 2 x ( 14 cm + 8 cm )
  = 2 x 20 cm 
  = 40 cm


b. Luas jajargenjang
Luas jajargenjang sama dengan luas persegi panjang. Dalam bangun datar jajargenjang ukuran panjang menjadi alas ( a ) dan ukuran lebar menjadi tinggi ( t ). Sehingga luas jajargenjang dirumuskan sebagai berikut:

L = alas ( a ) x tinggi ( t )

Diketahui panjang sisi MN= 12 cm dan tingginya (t=KO)= 6 cm. Hitunglah luas jajargenjang tersebut!
  K L
 
  N O M
Jawab:
L = a x t
  = 12 cm x 6 cm
  = 72 cm²










c. Keliling Segitiga
  A
 
  C B
Cara mengukur keliling segitiga ABC yaitu ukurlah A ke B ,lanjutkan B ke C, dan lanjutkan C ke A maka :
Keliling segitiga = AB + BC + CA

d. Luas segitiga
Buatlah persegi panjang, berilah garis miring atau garis diagonal seperti di bawah ini :
 
  a

Luas segitiga = ½ x a x t


IV. Metode dan Model Pembelajaran :
1. Metode :
a. Demonstrasi 
b. Tanya jawab 
c. Diskusi 
d. Ceramah 
e. Penugasan 
2. Model :
Model Pembelajaran Kooperatif 

V. Langkah – Langkah Pembelajaran :
A. Kegiatan awal : ( 5')
1. Apersepsi : 
Presensi 
Guru bertanya kepada siswa yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan:
1. Apakah anak-anak masih ingat pembelajaran mengenai bentuk dan sifat bangun datar?
2. Permukaan meja merupakan salah satu contoh bentuk bangun datar. Termasuk bangun datar apakah permukaan meja ?
Guru mengoreksi jawaban siswa.  
2. Motivasi :
i. Siswa disuruh mengukur panjang dan lebar meja.
ii. Siswa diingatkan kembali mengenai rumus luas persegi panjang.
iii. Siswa menghitung luas meja 
3. Penyampaian tujuan pembelajaran
4. Siswa dan guru mengadakan kontrak belajar agar tidak mengganggu pembelajaran. 
B. Kegiatan inti : ( 25')
- Guru membagikan media kepada siswa.
- Guru melakukan demonstrasi melipat dan menggunting kertas dan siswa mengikutinya ( mencari rumus keliling dan luas jajargenjang ).
- Guru dan siswa mengadakan tanya jawab tentang rumus keliling dan luas jajargenjang berdasarkan hasil demonstrasi.
- Siswa diminta untuk mengerjakan contoh soal di papan tulis tentang keliling dan luas jajargenjang.serta keliling dan luas segitiga.
- Siswa dibentuk ke dalam kelompok maksimal 5 orang. 
- Guru membagikan LKS / Lembar Kegiatan Siswa kepada masing-masing kelompok.
- Siswa mengerjakan LKS dan guru membimbingnya.
- Siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas.
- Siswa dan guru mengoreksi hasil kerja kelompok siswa.
- Guru memberikan penghargaan kepada semua siswa yang ikut dalam pembelajaran, kelompok superaktif dan juga siswa yang paling aktif di kelas.
C. Kegiatan akhir : ( 5')
- Siswa dan guru mengadakan kesimpulan materi secara keseluruhan.
- Evaluasi 
- Siswa diberi tugas berupa RKTL 

VI. Sumber / Alat dan Media :
1. Sumber :
Trianto, Jakarta-Indonesia, 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik, 48-49.
Mustaqim & Astuty, Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008. Ayo Belajar Matematika, 113-119.
Heruman, PT. Remaja Rosdakarya, 2008. Model Pembelajaran Matematika, 155-158.

2. Alat :
 Gunting 
 Mistar 
 Isolasi bening

3. Media : 
 Kertas berbentuk persegi panjang dan segitiga sebanyak 15 lembar
 Bangun jajargenjang dan segitiga



VII. Evaluasi :
1. Evaluasi proses :
Format penilaian proses

No Nama kelompok Aspek yang dinilai Total NA
  Kekompakan Kerja sama Keberanian Ketepatan jawaban Tanggung jawab  
1 Jajargenjang  
2 Persegi panjang  
3 Trapesium  



2. Evaluasi hasil :

1. Keliling jajar genjangABCD =……………gambar
 
2. dari gambar no.1 hitunglah luas jajar genjang ABCD =…………..gambar

3. Keliling segitiga KLM =……………gambar
 
4. dari soal no.3 di atas hitunglah Luas segitiga KLM = ………………….gambar


5. Luas EFGH jika diketahui tingginya 7 cm dan alasnya 9 cm adalah………………….. gambar

 





VIII. RKTL :
Buatlah bangun jajargenjang dan segitiga dari bahan apa saja yang ada di lingkungan rumah kalian dengan ukuran a = 10 cm dan t = 6 cm. hitunglah keliling dan luas jajargenjang tersebut!





                                                                                                                          Surabaya, 12-05-2009
Mengetahui 
Kepala sekolah                                                                                              Guru mata pelajaran 


                                                                                                                             Emanuel Bate
                                                                                                                             Nip: Nim: 061644034


Lembar Kegiatan Siswa
( LKS )




Tujuan :
1. Melalui pengukuran siswa dapat menentukan keliling jajargenjang dengan benar.
2. Melalui pengukuran siswa dapat menentukan luas jajargenjang dengan benar.
Alat dan media :
1. Bangun jajargenjang dengan ukuran yang berbeda-beda.
2. Mistar 
Langkah-langkah:
1. Ukurlah alas dan tinggi bangun datar jajargenjang dan segitiga tersebut menggunakan penggaris/mistar!
2. Catatlah hasil pengukuran kalian!
3. Hitunglah keliling dan luas jajargenjang dan segitiga berdasarkan hasil pengukuran kalian!
4. Catatlahlah hasil diskusi kalian! 


Jawaban 

1. alas =.................dan tinggi = …………….
2. keliling =……… dan luas = ……………..  



Kata Mutiara

Kumpulan Kata-kata Mutiara

Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan.
Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.
Dalam hidup,terkadang kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Dan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita tahu bahwa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita menjadi lebih bahagia
Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi.
Jadilah seperti yang kamu inginkan, kerna kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.
Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan. Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa sakit hati.
Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum.
Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.
Semoga kamu mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat kamu bahagia, cukup
cubaan untuk membuat kamu kuat, cukup penderitaan untuk membuat kamu menjadi
manusia yang sesungguhnya, dan cukup harapan untuk membuat kamu positif terhadap kehidupan.
Yang memimpin wanita bukan akalnya, melainkan hatinya.
Hari ini bila ia datang, jangan biarkan ia berlalu pergi. Esok kalau ia masih bertandang, jangan harap ia akan datang kembali
Sesuatu yang baik, belum tentu benar.
Sesuatu yang benar, belum tentu baik.
Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga.
Sesuatu yang berharga/berguna, belum tentu bagus.
Agama menjadi sendi hidup, pengaruh menjadi penjaganya. Kalau tidak bersendi, runtuhlah hidup dan kalau tidak berpenjaga, binasalah hayat. Orang yang terhormat itu kehormatannya sendiri melarangnya berbuat jahat. -Pepatah Arab
Jangan tertarik kepada seseorang kerna parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya kerna kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, kerna hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah.
Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya,
tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.
Masa depan yang cerah selalu tergantung pada masa lalu yang dilupakan.
Kita tidak dapat meneruskan hidup dengan baik jika tidak dapat melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

Tentang Waktu
Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan.
Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi.
Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan.
Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan.
Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan.
Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan.
Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati.
Ambillah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup terasa bererti.
Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan.
Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju syurga.
Harta yang paling menguntungkan ialah SABAR. Teman yang paling akrab adalah AMAL. Pengawal peribadi yang paling waspada DIAM. Bahasa yang paling manis SENYUM. Dan ibadah yang paling indah tentunya KHUSYUK.
Wanita yang cantik tanpa peribadi yang mulia ,umpama kaca mata yang bersinar-bersinar, tetapi tidak melihat apa-apa
Jangan sekali-kali kita meremehkan sesuatu perbuatan baik walaupun hanya sekadar senyuman.
Anda bukan apa yang anda fikirkan tentang anda, tetapi apa yang anda fikirkan itulah anda
Hidup tak selalunya indah tapi yang indah itu tetap hidup dalam kenangan.
Hidup memerlukan pengorbananan. Pengorbanan memerlukan perjuangan. Perjuangan memerlukan ketabahan.
Ketabahan memerlukan keyakinan. Keyakinan pula menentukan kejayaan. Kejayaan pula akan menentukan kebahagiaan.
Kekayaan bukanlah satu dosa dan kecantikan bukanlah satu kesalahan.
Oleh itu jika anda memiliki kedua-duanya janganlah anda lupa pada Yang Maha Berkuasa.
Sampan tidak akan dapat belayar di padang pasir betapa pun jua empuknya pasir itu -Pepatah Arab
Perjalanan seribu batu bermula dari satu langkah.
- Lao Tze
Kalaulah anda tidak mampu untuk menggembirakan orang lain, janganlah pula anda menambah dukanya.
Gantungkan azam dan semangatmu setinggi bintang di langit dan rendahkan hatimu serendah mutiara di lautan
Saya percaya, esok sudah tidak boleh mengubah apa yang berlaku hari ini, tetapi hari ini masih boleh mengubah apa yang akan terjadi pada hari esok.



Tuhan Besertaku


NASIHAT YESUS DAN PEGALAMAN IMAN

Salah satu nasihat dari Yesus yang merupakan kritik terhadap orang-orang Farisi adalah ”Takutilah Dia, yang setelah membunuh mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. (Lukas 12:5).Biasanya orang takut karena manusia dan mungkin kita punya trauma terhadap orang-orang tertentu. Kita dapat lihat juga dalam masyarakat bahwa orang takut pada polisi, takut pada orang pajak karena takut diperiksa, takut pada jaksa, atau KPK sebab kadang-kadang ada pengalaman negatif yang tersimpan dalam hati dan membuat orang menjadi takut. Ketakutan yang demikian, bisa menjadi sesuatu yang nerotik juga. Dalam masyarakat, orang lebih takut terhadap manusia daripada pada Tuhan. 
Banyak orang pergi ke mesjid, gereja, ke wihara, ataupun ke pura tetapi kita lihat kejahatan korupsi, kejahatan apapun yang membuat hidup ini susah dan tidak sesuai dengan warta injil, tetap berjalan. Ini menandakan bahwa, banyak orang tidak takut akan Allah. Takut akan Allah bukan berarti Allah akan menjadi sekedar hanya hakim kita, hukum dosa kita. Takut Allah dalam kitab suci berarti taqwa, hidup yang saleh. Ini merupakan awal dari orang yang beriman. Awal seorang yang beriman bukan karena perkawinan atau karena doanya dikabulkan atau karena mujizat, bukan! Tapi adalah sikap takut akan Allah.
Dan kita memperingati, St. Ignatius dari Anthiokia. Ia adalah seorang uskup dan martir. Kita sering mendengar lagu tentang anggur Kristus yang digiling atau diperas. St. Ignatius dari Anthiokia ini tidak takut akan orang-orang yang akan membunuh dia. Dia menyerahkan tubuhnya untuk dicincang. Dia menjadi saksi kebenaran, saksi dari Kristus yang diimaninya. Tidaklah mudah menjadi seorang Kristen pada abad pertama. Kalau dia menjadi seorang pemimpin ia harus berani dan menyerahkan tubuhnya untuk Kristus. 
Pengalaman beriman tidaklah sama dengan pengalaman mendapatkan mujizat. Di tempat saya ada seorang yang sangat kaya, tidak katolik tapi istrinya katolik. Kebetulan anaknya sakit kanker yang tidak dapat diobati. Dia pergi dokter tidak hanya di sini bahkan sampai ke Singapore, dan untuk menghidupi anak ini, apa saja akan dilakukannya. Karena dia tahu anaknya divonis mati dalam 3 bulan oleh dokter. Anaknya hanya dua, satu wanita dan satu pria. Yang wanita yang akan meninggal. Segala cara ditempuh, antara lain menyewa petugas kesehatan dari Jakarta yang charter ke Singapore. Kita manusia hanya bisa berdoa kepada Tuhan untuk memperpanjang hidupnya. Ternyata anak itu hidup beberapa tahun lagi bukan beberapa bulan. Anak itu ingin rumah baru maka diberikannya rumah baru. Bahkan dia membeli empedu landak yang terkenal dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang tidak dapat disembuhkan yang sampai ratusan juta harganya. Orang-orang katolik berdoa baginya, dan kemudian anaknya minta dia untuk menjadi katolik. Dia bilang begini: “Jika kamu sembuh, papi akan pindah agama”. Bapa yang perkawinannya diberkati di gereja itu tidak melihat bahwa anaknya telah diperpanjang umurnya; dia hanya ingin melihat kesembuhan. Kasih Tuhan ataupun mujizat belum tentu mengubah orang dengan sebetulnya. Dan pengalaman iman bukan soal itu. 
Dalam kitab suci pun kita melihat, banyak orang yang disembuhkan Yesus tetapi tidak mengikuti Yesus. Dan banyak di dunia di KRK-KRK dan penyembuhan-penyembuhan, apakah mereka menjadi pengikut Kristus? Tidak!!! Bahkan penyembuhan ataupun kejadian-kejadian ajaib tidak membuat orang menjadi pengikut Kristus. Itu hanyalah pengalaman sesaat. Yang membuat orang memiliki pengalaman iman adalah Taqwa (adalah sikap takut akan Allah). Inilah yang dialami oleh St. Ignatius dari Anthiokia yang kita peringati.
Beriman bukan berarti merupakan ritual-ritual, melainkan lebih pada sikap batin kita yang dari hari ke hari membarui diri. Oleh karenanya tidak dapat kita pisahkan antara yang lahiriah dengan yang batiniah. Itulah yang kritik Yesus terhadap orang-orang Farisi. Mereka menganggap sesuatu yang lahiriah itu bagus, tetapi di dalam batinnya tidak sama. Itulah ragi orang Farisi. Mungkin kita juga mempunyai ragi yang sama, mungkin kita memiliki kesalehan di luar, tetapi kita sama saja seperti anggota masyarakat lain. Kita tidak memiliki sikap taqwa, kita hanya tampil baik, kudus di depan orang. Apalagi kita sebagai panutan, sebagai pengurus PD, BPK, BPN, janganlah kita memiliki ragi yang sama seperti yang dikatakan injil hari ini. 
Maka mulai pagi ini kita pun mau merubah pola hidup dan pola pikir kita. Kita sungguh-sungguh menjadi murid Kristus yang tidak takut pada Allah karena hukumnya tapi karena kasihNya. KasihNya membuat kita takut. Karena Dia lebih besar, karena Dia membuat kita hidup, Dia mengasihi kita lebih dari yang lain. Dia memiliki sesuatu yang bisa kita harapkan lebih dari harapan kita akan dunia ini. Itulah yang membuat kita berani di hadapan dunia dan takut di hadapan Allah. **Rm. Alex Suwandi, Pr



Perkawinan Adat

Perkawinan Adat Masyarakat Ngada

Perkawinan di wilayah kabupaten Ngada berbentuk patriachat (Nagekeo, Soa, dan Riung, sebagian masyarakat Ngada di Todabelu). Perkawinan ini dilakuakan tanpa belis, seluruh biaya perkawinan ditnaggung oleh klen perempuan, pola pemukiman pasca nikah pun dirumah wanita karena yang akan mewarisi harta kekayaan klennya, apalagi kalau cuma satu-satu putri tunggal. 
Perkawinan patriachat selalu didahului oleh peminangan bere tere/nio manu/idi weti, masuk minta. Masuk minta dilakukan oleh klen laki-laki ditemani bibinya membawa tempat siri pinang atau kepe oka. Acara ini biasanya dilakukan pada saat pesta reba, puru witu. Jika hantaran kepe oka ditolak oleh klen wanita artinya lamarannya ditolak. Seluruh rangkaian acara pinangan disebut Beret ere oka pale, bheku mebhu tana tigi, idi tua manu. Sistim perkawinannya antara lain:
Kawin masuk
Kawin masuk, Perkawinan ini dapat dikatakan menganut prinsip matrilinial.
dengan alasan utama anak wanita satu-satunya sebagai pewaris kekayaan
keluarga. Kawin masuk disebut dora rai manu atau kawo api maata pengura-
pan dengan dara ayam. Ada anggapan sementara orang bahwa kawin masuk
sebenarnya laki-laki diperbudak oleh perempuan.
Kawin keluar
Kawin keluar, jenis ini dinamai weli (belis) sehingga hak perempuan berpindah
ke rumah suami. Hal ini terjadi di Nagekeo, Riung. Untuk kesatuan adapt Ngada
hanya di dua desa kecil yaitu Feo dan Soa. Pada sistim ini muncul juga bentuk
balas jasa untuk keluarga wanita.
Perkawinan adat
Kawin adat, adalah suatu bentuk perkawinan yang bias disebut terang kampong.
Perkawinan ini dinyatakan syah apabila disertai acara zera (peresmian adat).
Yang dalam adat Nagekeo ialah beo sao atau teo tada.
Perkawian berdasarkan atas kasta
Perkawian berdasarkan pelapisan social, jenis perkawinan semacam ini terlarang
sekali seorang gadis dari tingkat atau golongan gae (golongan bangsawan) kawin
dengan laki-laki dari golongan yang bukan gae. Sebaliknya dari pemuda golongan gae dapat menikah dengan wanita dari golongan yang bukan gae, tetapi keturunan dari perkwinan ini tidak tergolong dalam kedudukan social dari sang ayah, melain kan lebih rendah dari sang ayah. Kejadian perkawianan laki-laki kasta bawah de ngan wanita kasta atas disebut laa sala page leko, sehingga harus dihukum dan di usir keluar kampung.
Perkawinan atas dasar keturunan
Perkawinan menurut keturunan, disebut perkawinan yang berdasarkan sepupu (anak om dan tante).




QUANTUM TEACHING

A. Pengertian Quantum Teaching

Quantum Teaching adalah: Badan ilmu pengetahuan dan metodologi yang digunakan dalam rancangan, penyajian, dan fasilitasi SuperCamp.
SuperCamp adalah sebuah program percepatan belajar.
Quantum adalah: Interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Quantum teaching adalah penggubahan berbagai macam interaksiyang ada di dalamdan di sekitar momen belajar.
Quantum Teaching mencakup petunjuk spesifik untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif, merancang kurikulum, menyampaikan isi, dan memudahkan proses belajar.
Interaksi ini mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi mereka sendiri dan orang lain.

B. Asas Quantum Teaching

Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita, dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka. Artinya kita membawa anak ke kondisi yang kita inginkan dan kita juga masuk ke dalam dunia anak. Disini menghendaki interaksi timbale balik antara guru dan siswa dan sebaliknya.

C. Prinsip-Prinsip Quantum Teaching

1) Segalanya Berbicara
Segalanya dari lingkungan kelas hingga bahasa tubuh kita, dari kertas yang kita bagikan serta rancangan pelajaran kita, semuanya mengirimkan pesan tentang belajar.
2) Segalanya Bertujuan
Semua yang terjadi dalam penggubahan mempunyai tujuan.
3) Pengalam Sebelum Pemberian Nama
Proses belajar paling baik ketika siswa telah mengalami informasi sebelum merekamemperoleh nama untuk apa yang mereka pelajari.
4) Akui Setiap Usaha
Belajar berarti melangkah keluar dari kenyamanan. Pada saat siswa mengambil langkah ini, mereka patut mendapat pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka.
5) Jika Layak Dipelajari, Maka Layak Pula Dirayakan
Perayaan memberikan umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positifdengan belajar.







D. Kerangka Rancangan Belajar Quantum Teaching ( TANDUR )
TANDUR > Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, Rayakan.

1) Tumbuhkan
Penyertaan menciptakan jalinan dan kepemilikan bersama atau kemampuan saling memahami. Penyertaan akan memanfaatkan pengalaman mereka, mencari tanggapan dan mendapatkan komitmen untuk menjelajah.
Didalamnya terdapat pertanyaan “Apakah manfaatnya bagi mereka” (AMBAK).
Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan strategi berupa : pertanyaan, pantomime, lakon pendek dan lucu, video, cerita.

2) Alami
Unsure ini memberi pengalaman kepada siswa, dan memanfaatkan hasrat alami otak untuk menjelajah. Pengalaman membuat kita dapat mengajar melalui pintu belakang untuk memanfaatkan pengetahuan dan keingintahuan mereka.
Permainan atau kegiatan apa yang memanfaatkan pengetahuan yang sudah siswa miliki.?
Permainan dan kegiatan apa yang memfasilitasi kebutuhan untuk mengetahui siswa ?
Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan menggunakan strategi berupa : jembatan keledai, permainan dan simulasi.

3) Namai
Penamaan memuaskan hasrat alami otak untuk memberikan identitas, mengurutkan, dan mendefenisikan. Penamaan dibangun di atas pengetahuan dan keingintahuan siswa saat itu. Penamaan adalah saatnya untuk mengajarkan konsep, keterampilan berikir, dan strategi belajar.
Srategi, kiat jitu, alat berpikir apa yang berguna untuk mereka ketahui atau gunakan ?
Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan strategi berupa : susunan gambar, warna, alat Bantu, kertas tulis dan poster di dinding.

4) Demonstrasikan
Memberi siswa peluang untuk menerjemahkan dan menerapkan pengetahuan siswa ke dalam pembelajaran yang lain, dan ke dalam kehidupan siswa.
Dengan cara apa siswa dapat memperagakan tingkat kecakapan mereka dengan pengetahuan yang baru ini ?
Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan strategi berupa : sandiwara, video, permainan, rap, lagu, penjabaran dalam grafik.

5) Ulangi
Pengulangan memperkuat koneksi saraf dan menumbuhkan rasa bahwa “aku tahu bahwa aku tahu ini !” Jadi, pengulangan harus dilakukan secara multimodalitas dan multikecerdasan.
Dengan cara apa setiap siswa mendapat kesempatan untuk mengulangi ?
Kesempatan bagi siswa untuk mengajarkan pengetahuan baru mereka kepada orang lain (kelas lain, kelompok umur yang berbeda, menirukan orang-orang terkenal seperti guru, ahli, tokoh)
Misalnya menirukan gaya kuis dengan anggota kelompok.

6) Rayakan
Perayaan memberi rasa rampung dengan menghormati usaha, ketekunan, dan kesuksesan. Sekali lagi, jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan!
Cara apa yang paling sesuai untuk merayakan?
Bagaimana kita dapat mengakui setiap siswa atas prestasi mereka?
Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan strategi berupa : pujian, bernyanyi bersama, pamer pada pengunjung, pesta kelas.




menuju ke satu titik

MengEjar sAtu KIsah

Bila ini memang nyata mengapa harus ada….
Mengapa dulu kau tidak berkata jujur, mengapa kau biarkan dia mati..???? DIAM!!!...DIAM…!!!jangan menangis,….ini semua ulah kamu…..kamu yang mau ….
Q bingung tak tahu mau bilang apa???
Benda lapuk saja masih bisa di pakai lagi….apalagi kau….???....biar saya yang tanggung ini semua…..
C!ntA Lag!......CinTa LaG!..........
Kapan sih,…..berhenti,…………………

INGAT!!!!!!! Kau memang tahu semua tentangQ tapi ada satu hal (q kan bisik di telingamu)” Kau takkan pernah tahu apa yang saya rasakan saat ini,besok dan selanjutnya…”……….

MIsteri Sang LOVER

    About Me

    Followers